Sunday, 13 August 2017

Posted by Unknown in | August 13, 2017 No comments
Duta merupakan seseorang yang diutus oleh pihak terkait untuk mewakilkan lembaga, pemerintahan atau pun lainnya pada hal layak. Dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa dan mengembangkan diri, STIA BinaTaruna Gorontalo mengadakan ajang pemilihan putra putri terbaik yang dimilikinya dalam acara Putra Putri Kampus yan pertamakali diselenggarakan pada tahun 2016. Dimana ajang ini mencari mahasiswa yang berani show up di depan umum, berani mengembangkan dirinya dan meningkatkan kualitas dirinya agar menjadi lebih baik. Selain bisa memberi efek yang baik untuk kampus kita tercinta, pemilihan putra putri ini juga sangat berperan untuk melatih dan membuat mahasiswa berkarakter dan menjadikan kualitas dirinya lebih dari orang lain.

Foto Putri Kampus 2016

Tidak ada kata wajib untuk seluruh mahasiswa agar mengikuti ajang ini, karena setiap orang punya tujuan masing-masing dalam menentukan pilihannya, tetapi tidak salah apabila seseorang mengambangkan diri dalam bidang-bidang yang akan meningkatkan soft skillnya yaitu melalui pemilihan putra putri kampus ini maka kita dituntut menjadi lebih percaya diri, mampu berkomunikasi dengan baik, dan lebih aktif dalam segala hal. Kebanyakan orang mengatakan bahwa menjadi seorang duta haruslah seperti model atau bisa dibilang harus memiliki postur tubuh yang tinggi, penampilan menarik, cantik atau ganteng dan lainnya, padahal ajang seperi ini itu membutuhkan orang yang hanya berani dan percaya diri saja dulu untuk modal awalnya, ke depannya itu akan didapatkan dalam kegiatan setelah ajang ini. Kriteria cantik dan lain sebagainya sebenarnya dapat dikatakan sebagai seleksi awal, tapi percaya diri merupakan modal yang harus dimiliki setiap orang yang akan mengikuti ajang seperti ini, karena sesungguhnya setiap orang itu sempurna di mata sang pencipta.


Saturday, 12 August 2017

Posted by Unknown in | August 12, 2017 No comments


Gorontalo, 12 Agustus 2017. PKA (Pengenalan Kegiatan Akademik), merupakan sebuah kegiatan yang nantinya menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk bisa mengembangkan pengetahuan mereka khususnya dalam skala akademik kampus, dan Pengenalan Kegiatan Akademik (PKA) juga nantinya menjadi teknik pendekatan baru dari Perguruan Tinggi terhadap mahasiswa dan mahasiswi baru.

Pengenalan kegiatan akademik ini merupakan transformasi dari “OSPEK”, yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya untuk menyambut mahasiswa/i baru. Perbedaan dari PKA dan Ospek sendiri ialah tidak adanya “penggodokan/perpoloncoan”. Dan hal ini dijamin oleh bagian akademik yang melaksanakan PKA tersebut.

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) dan Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) yang merupakan Perguruan Tinggi dari Yayasan Bina Taruna Gorontalo, yang menerapkan PKA (Pengenalan Kegiatan Akademik). Kegiatan PKA ini sudah dilaksanakan oleh kedua Perguruan Tinggi ini dari tahun 2015.

STIA dan STITEK Bina Taruna Gorontalo sendiri, lebih memilih PKA sebagai sambutan bagi mahasiswa baru ketimbang OSPEK. Karena alasannya PKA sendiri merupakan suatu kegiatan yang efektif untuk membangun kedekatan terhadap mahasiswa baru, dan hal ini terbukti dengan berkelanjutannya kegiatan ini dari tahun 2015 sampai tahun 2017 dengan respon yang sangat antusias bagi kebanyakan mahasiswa baru, untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Gambaran Pengenalan Kegiatan Akademik 

PKA yang dilaksanakan kedua Perguruan Tinggi ini, tiap tahunnya mengangkat tema-tema yang berbeda. Pada tahun ini tema yang diangkat oleh STIA dan STITEK mengarah pada penguatan seorang mahasiswa yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa yang memegang teguh tanggung jawab sosial seorang mahasiswa sebagai agen perubahan.

Hal ini ditekankan oleh Yahya Antu, S. AB, selaku Ketua Panitia PKA STIA dan STITEK Bina Taruna Gorontalo. “bahwa PKA ditahun ini temanya diarahkan kepada penguatan jati diri bangsa sebagai seorang mahasiswa dan sebagai anak bangsa, bagaimana nantinya mereka, tidak termakan isu-isu radikalisme dan terorisme. Dengan cara menumbuh kembangkan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan ini” ujar Yahya.

Dimana tema ini diangkat didasari oleh besarnya perhatian dari kedua Perguruan Tinggi ini terhadap permasalahan sosial yang ada saat ini, dimana nilai-nilai Pencasila itu mulai dilupakan oleh para genarasi bangsa. “tema ini didasari keprihatinan kita, bahwa pada tahun-tahun belakangan ini nilai-nilai nasionalisme itu sudah mulai hilang dimasyarakat. Sehingganya kami sebagai Panitia PKA pada tahun ini, berusaha untuk mengenalkan kembali nilai-nilai Pancasila secara dini yang dimulai dari tingkat Perguruan Tinggi” tegas Yahya.

Sebagai “dapur para pemikir”  Perguruan Tinggi sendiri, tentunya mengemban tugas yang sangat besar untuk bisa menghasilkan para lulusan yang kompeten dalam bidangnya dan juga memiliki rasa kecintaan terhadap negaranya. PKA sendiri merupakan suatu alat bagi Perguruan Tinggi untuk mengawali tugasnya dalam menghasilkan lulusan yang professional dan sudah pasti mencintai negaranya sendiri.

Penulis : Misbahudin Djaba (Bang Not Name)


*Segala Kebenaran Hanyalah Milik Tuhan Yang Maha Kuasa dan segala kekeliruan adalah milik kami, untuk itu yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Search