Kala dunia menatapmu sebelah mata
Kami merangkulmu layaknya saudara
Saat yang lain sibuk menjatuhkanmu
Bahu kami tetap rela menopangmu
Kami merangkulmu layaknya saudara
Saat yang lain sibuk menjatuhkanmu
Bahu kami tetap rela menopangmu
Pernahkah kau temukan saudara tak sedarah
Sekelompok anak manusia yang larut dalam solidaritas
Mereka bagai embun diatas daun
Yang bermain saat fajar
Sekelompok anak manusia yang larut dalam solidaritas
Mereka bagai embun diatas daun
Yang bermain saat fajar
Tak ada pandangan beda golongan atau agama
Tak peduli dari mana kau berasal
Selama idealisme masih sama
Maka selama itu kita adalah saudara
Tak peduli dari mana kau berasal
Selama idealisme masih sama
Maka selama itu kita adalah saudara
Penderitaanmu bagai anekdot bersama
Tangismu mengeluarkan air mata yang sama
Susahmu adalah beban kita bersama
Dan masalahmu adalah gelisah bersama
Tangismu mengeluarkan air mata yang sama
Susahmu adalah beban kita bersama
Dan masalahmu adalah gelisah bersama
Tak pernah jiwa ini menuntut apapun
Tak terelakan ego ini menjadi sekatan
Tak terhenti emosi ini selalu menjadi jembatan
Semua adalah harta yang bernama persahabatan
Tak terelakan ego ini menjadi sekatan
Tak terhenti emosi ini selalu menjadi jembatan
Semua adalah harta yang bernama persahabatan
Karja : Arief Djaba
Post a Comment