Showing posts with label BERITA. Show all posts
Showing posts with label BERITA. Show all posts

Thursday, 3 October 2019

Posted by MATRA MAHASISWA in | October 03, 2019 No comments
Sumber Foto: Mutia Djaba

Gorontalo, 3/10/2019. Seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) Bina Taruna Gorontalo berkumpul dilapangan Kampus I Bina Taruna Gorontalo, dalam rangka pembukaan kegiatan Revolusi Mental. Kegiatan revolusi mental ini adalah kegiatan pengkaderan yang dilakukan setiap tahunnya, dalam mewujudkan regenerasi yang berkualitas baik dari segi intelektual dan mentalitas. Dalam penyampaiannya, Zulkifli Ngabito selaku ketua panitia menuturkan, “peserta revolusi mental kali ini ada 19 orang, dengan mengusung tema TEMPUR (Membentuk Karakter Mahasiswa Yang Mumpuni Melalui Revolusi Mental), dan akan dilaksanakan di Desa Longalo, kecamatan tapa, Kabupaten Bone Bolango, selama 4 hari. Adapun kegiatan ini bertujuan agar generasi baru ini bisa memiliki mentalitas yang baik agar bisa menjadi generasi yang mumpuni”.

Meski tidak dihadiri oleh Ketua STITEK Bina Taruna Gorontalo, acara pembukaan tetap berjalan dengan baik, dan dibuka oleh Wakil Ketua STITEK Bina Taruna Gorontalo Nini Ariani Kiai Demak,ST. Dalam pembukaan, wakil ketua STITEK menyampaikan pesan dan harapan untuk para peserta Revolusi Mental dan seluruh panitia, “diharapkan mereka mahasiswa adalah calon-calon sarjana, anak bangsa yang harus memiliki mental yang siap untuk membangun bangsa dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan undang-undang”. Dalam penyampaiannya, wakil ketua STITEK ini juga berpesan kepada seluruh peserta dan panitia, agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dilokasi kegiatan dan juga menjaga ketertiban, serta beliau juga menambahkan agar seluruh peserta dan panitia juga tidak melupakan kewajiban beribadah yaitu Shlat 5 waktu dimanapun mereka berada, mengingat dalam kegiatan ini juga bertujuan agar mewujudkan akhlak yang baik bagi seluruh peserta. (PM-BTG/M.D)
Redaksi menerima karya Jurnalistik, Opini, Esai, Puisi serta karya terjemahan atau saduran.

Thursday, 19 September 2019

Posted by MATRA MAHASISWA in | September 19, 2019 No comments


       
Sumber Foto : Mutia Djaba
       Gorontalo,19/09/2019. Pembukaan kegiatan Latihan Dasar Kemahasiswaan (LDK), dilaksanakan di Gedung Aula lantai I Bina Taruna Gorontalo. Dalam acaranya, dihadiri oleh Sekretaris Yayasan Bina Taruna Gorontalo, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Taruna Gorontalo, Ketua Program Studi Administrasi Publik, Presiden BEM STIA Bina Taruna Gorontalo, seluruh panitia dan peserta LDK.

       Dalam penyampaiannya, ketua panitia Dandi Tuandingo, menginformasikan dalam laporan kepanitiaan bahwa, "Jumlah peserta LDK sebanyak 24 orang, dan akan dilaksanakan selama 5 hari, di Desa Miranti, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango". Selain itu, Ketua STIA Bina Taruna Gorontalo Lisda Van Gobel mengingatkan kepada seluruh panitia dan peserta, "Agar kiranya panitia tidak melakukan kekerasan atau adu fisik kepada para peserta. Dan apabila peserta mendapati ada bentuk kekerasan seperti yang dikatakan, diharapkan untuk segera melaporkan kepada pihak kampus".
Tidak hanya itu, Lisda Van Gobel juga menambahkan agar harapan yang dituangkan dalam tema kegiatan ini bisa terwujud. Yaitu "Melaui Latihan Dasar Kemahasiswaan (LDK), Ciptakan Generasi Yang Cerdas, Beretika dan Loyal Terhadap Organisasi Kampus".(M.D/PM-BTG)

Redaksi menerima karya Jurnalistik, Opini, Esai, Puisi serta karya terjemahan atau saduran.

Saturday, 1 December 2018

Posted by MATRA MAHASISWA in | December 01, 2018 2 comments
Kota Pusaka mendorong kemitraan antara Pemerintah Kota/Kabupaten, Masyarakat, dan Perguruan Tinggi, serta Dunia Usaha. 
(Panduan Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka: Piagam Pelestarian Kota Pusaka)

(Sekda Kota Gorontalo saat membuka Kegiatan FGD/Sumber: Misbahudin Djaba)


Gorontalo- Dalam Piagam Pelestarian Kota Pusaka menjelaskan: “Kota Pusaka adalah Kota atau Kabupaten yang mempunyai aset pusaka yang unggul berupa rajutan pusaka alam dan pusaka budaya yang lestari yang mencakup unsur ragawi (artefak, bangunan, dan kawasan dengan ruang terbukanya) dan unsur kehidupan, ekonomi, dan sosial budaya”.

Kota Gorontalo sebagai salah satu kota yang memiliki potensi untuk menjadi Kota Pusaka, memiliki situs sejarah yang beragam. Salah satunya adalah Masjid Hunto, sebuah bangunan yang memiliki nilai historis dan juga menjadi salah satu “ikon” Kota Gorontalo yang dikenal dengan Serambi Madinah.

Perencanaan Penataan terhadap Masjid Hunto pun mulai dilakukan, agar bisa memenuhi kriteria Kota Pusaka, dan menjadi potensi wisata sejarah di Kota Gorontalo. Selaras dengan harapan tersebut Pemerintah Kota lewat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Gorontalo bekerja sama dengan Perguruan Tinggi dalam hal ini Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) Bina Taruna Gorontalo.

Realisasi dari kerja sama tersebut mulai terlihat saat pada Rabu (28/11/2018), Bappeda dan STITEK Bina Taruna Gorontalo melaksanakan FGD (Focus Group Discussion) tentang Penyusunan Konsep Penataan Kawasan Kota Pusaka Masjid Hunto. Kegiatan itu bertujuan untuk mengumpulkan masukan-masukan dari para peserta forum yang terdiri dari Budayawan, Perwakilan Cagar Budaya, Tokoh-tokoh Masyarakat, serta para Mahasiswa. Agar dapat memberikan masukan yang nantinya dapat memperbaiki DED (Detail Engineering Design) dan juga RAB (Rencana Anggaran Biaya), sebelum diajukan dalam penganggaran kepada Pemerintah Kota.

Seperti yang dijelaskan oleh Laila Ali selaku Kepala Bappeda Kota Gorontalo: “FGD ini adalah salah satu realisasi dari kerja sama yang dilakukan Badan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kota Gorontalo dengan beberapa Perguruan Tinggi, salah satunya adalah Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) Bina Taruna Gorontalo”. 

Keterangan yang disampaikan oleh Kepala Bappeda tersebut di benarkan oleh Moh. Imran yang menjabat sebagai Ketua STITEK Bina Taruna Gorontalo: “Kegiatan ini intinya adalah kerjasama, antara STITEK dan Bapeda Kota Gorontalo. Dalam forum ini kami berharap ada beberapa masukan yang bisa menyempurnakan DED dan RAB yang telah disusun, sebelum diajukan kepada pemerintah untuk dapat dianggarkan.

Sekda Kota Gorontalo, Ismail Majid saat ditemui seusai membuka FGD tersebut mengatakan: “Salah satu potensi sejarah yang kita miliki adalah Masjid Hunto yang didirikan oleh Sultan Amai, objek sejarah ini yang perlu untuk kita tata, agar nantinya menjadi situs wisata sejarah yang ada di kota Gorontalo yang, mampu menarik minat wisatawan”. 

Kemudian Ia menambahkan, bahwa besar harapannya agar Perancangan tersebut bisa berhasil, serta beberapa masukan non teknis dapat ditampung dalam forum tersebut: “Pemerintah tidak bisa menutup diri, lewat forum ini kritikan dan saran harus ditampung semuanya. Pembangunan tidak hanya dilakukan secara teknis. Namun juga tentang perkembangan manusianya, yang saya harap forum ini, bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi tersebut”.

Dalam forum itu, Moh. Imran menjelaskan Kawasan Religi Masjid Hunto nantinya akan dibangun beberapa fasilitas atau sarana penunjang yang bernuansa islami. Mulai dari Gapura, Islamic Park, Pedestrian Way, serta Handcraft Centre dan Kuliner Centre. Selain itu, Ia juga memaparkan Rekapitulasi Harga Perkiraan Sendiri (HPS), yang sebesar Lima Belas Milyar Dua Puluh Sembilan Juta Empat Ratus Ribu Rupiah.

Selepas FGD dilaksanakan Moh. Imran menjelaskan: “Dalam forum ini kami mendapatakan banyak masukan, yang dalam bentuk dokumen teknis, baik itu dalam bentuk arsitektural sampai rencana anggaran biaya”. 

“Selepas ini, kami akan segera melakukan perbaikan baik dari DED dan RAB yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan mempertimbangkan masukan-masukan yang diajukan oleh peserta forum. Insya Allah selepas itu, hasilnya akan langsung kami serahkan kepada Pemerintah Kota agar bisa dimasukkan dalam penganggaran. Insya Allah realisasi dari rencana anggaran paling lambat pada 2020 , jelasnya. (PM-BTG/MD)

Thursday, 15 November 2018

Posted by MATRA MAHASISWA in | November 15, 2018 No comments
Para peserta pelatihan, Akademik STIA dan Perwakilan Kementerian (dokumentasi: Misbahudin Djaba)
“Jangan berhenti sampai disini. Insya Allah kedepannya adik-adik (peserta) yang menjadi alumni, nantinya harus menjadi pengusaha yang sukses dan unggul”, ungkap Lisda Van Gobel, selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Taruna Gorontalo setelah menutup kegiatan Inkubator Bisnis Mahasiswa, yang terselenggara atas kerja sama antara pihak Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (Kementerian Koperasi UKM RI) dengan STIA Bina Taruna Gorontalo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, terhitung dari 13 sampai 15 November 2018. Pada hari pertama pelaksanaanya berlangsung di Hotel Mega Zanur, dengan memfokuskan pada proses seleksi peserta. Sekitar 50 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Taruna Gorontalo mengikuti proses seleksi tersebut, lalu kemudian disaring menjadi 30 peserta yang memenuhi persyaratan, dan dinyatakan siap mengikuti pelatihan. Selanjutnya pada hari kedua dan ketiga lebih terfokus pada pembobotan materi dan praktikum kepada para peserta, yang meliputi pengembangan jiwa wirausaha, meningkatkan skill dan keahlian dalam membangun usaha, serta pembekalan dalam hal persiapan administrasi untuk mendirikan suatu usaha.

Hal ini ditegaskan oleh Hamid Rizal sebagai pihak ketiga dari Kementerian Koperasi UKM RI: “jadi hari pertama itu kita merekrut peserta, disini kita memilih peserta atau tenant yang bisa masuk (pelatihan), sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Selanjutnya pada hari kedua dan ketiga kita masuk dalam pemberian materi serta pelatihan”.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Koperasi UKM RI Nomor 11 Tahun 2013, yang menginginkan setiap Perguruan Tinggi memiliki Inkubator Bisnis Mahasiswa.

Pada Tahun ini, ada Sembilan wilayah di Indonesia yang menjadi sasaran, salah satunnya adalah Provinsi Gorontalo. Dimana pada kesempatan kali ini STIA Bina Taruna Gorontalo terpilih sebagai pelaksana, diantara tujuh belas Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Diantara tujuh belas Perguruan Tinggi yang berada di Provinsi Gorontalo, hanya STIA Bina Taruna Gorontalo yang mendapat kesempatan untuk melaksanakan kegiatan ini”, jelas Lisda Van Gobel. 

“Kita terpilih, karena sebelumnya kita telah mengajukan permohonan langsung di kantor Kementerian (Koperasi dan UKM), dan hal ini bebas. Seluruh Perguruan Tinggi bisa mengajukannya. Akan tetapi pada kesempatan ini kita yang terpilih, lalu selanjutnya kita  mengirimkan berkas persyaratan kepada pihak Kementerian. Dan alhamdulillah pihak Kementerian memilih STIA Bina Taruna Gorontalo sebagai lokasi pelaksanaan pelatihan Inkubator Bisnis Mahasiswa”, lanjutnya.

Penjelasan implisit tentang Inkubator Bisnis Mahasiswa, dipaparkan dengan lugas dalam sebuah Jurnal (2017) yang dibuat oleh Hery Budiyanto, dkk: “Program pengembangan kewirausahaan di Perguruan Tinggi dilaksanakan dalam bentuk Inkubator Bisnis Mahasiswa, yang merupakan suatu program dengan misi menghasilkan mahasiswa berwirausaha yang mandiri berbasis iptek, melalui program yang terintegrasi dengan melibatkan para dosen pengelola Inkubator, narasumber, dan Institusi kewirausahaan di luar kampus”.

Dengan adanya Inkubator Bisnis Mahasiswa, jumlah pengangguran dengan latar pendidikan tinggi bisa diminimalisir. Hal ini dapat di tinjau dari data Badan Pusat Statistik pada Tahun 2017, yang menyatakan jumlah sarjana penganggur mencapai 606.939 jiwa, angka yang cukup fantastis. Dengan adanya survei tersebut dapat menampakkan betapa kurang terserapnya lulusan Perguruan Tinggi.

Selepas kegiatan di tutup secara resmi, beberapa mahasiswa yang menjadi peserta memberikan respon positif terkait kegiatan ini, diantaranya Windi dan Suci. 
Penyerahan Sertifikat pelatihan oleh Perwakilan Kementerian kepada Peserta pelatihan (Dokumentasi: Misbahudin Djaba)

“kegiatan ini banyak manfaatnya. Salah satunya adalah ilmu berwirausaha yang kami dapatkan. Kami juga di motivasi untuk membentuk mindset baru sebagai pemuda yang mampu menjadi inovator untuk membuka lapangan kerja”, ujar Suci. 

“disini kami diajarkan bagaimana cara-cara memanejeman usaha, dimulai dari perencanaan sampai promosi. Lalu kami juga diajarkan bagaimana memanage keuangan. Serta mereka (Pemateri dan Pelaksana) mampu membangkitkan jiwa kreativitas dan inovatif dari setiap peserta”, jelas Windi.

Kedepannya, Hamid Rizal menekankan akan ada agenda selanjutnya dari pelatihan ini, karena memang direncanakan pelatihan ini akan berkelanjutan. “selepas kegiatan ini nantinya akan ada pembagian kuesioner yang menjadi acuan kami dalam proses evaluasi. Selanjutnya hasil evaluasi tersebut akan menetapkan beberapa peserta yang akan kami arahkan pada proses selanjutnya. Dan memang kegiatan ini akan berkelanjutan”.

Pernyataan tersebut selaras dengan harapan dari Perguruan Tinggi, yang diungkapkan oleh Ketua STIA Bina Taruna Gorontalo. “harapan saya kedepannya kegiatan ini harus berkesinambungan, ada sustainable dari program ini. Artinya jangan hanya sekali ini saja programnya, jika ada agenda selanjutnya dari Kementerian Koperasi UKM RI kami sangat membuka diri untuk berpartisipasi”.(MD/PMBTG)

Monday, 27 August 2018

Posted by MATRA MAHASISWA in | August 27, 2018 No comments
Gorontalo- Pengenalan Kegiatan Akademik (PKA) dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) dan Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) Bina Taruna Gorontalo. Kegiatan orientasi kampus ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 25 dan 26 Agustus 2018, yang bertempat pada lapangan utama Bina Taruna Gorontalo.

Pada PKA kali ini panitia pelaksana yang dipimpin oleh Suratman Ursilu, mengangkat tema “Melalui Pengenalan Kegiatan Akademik (PKA) Kita Membentuk Insan yang Berjiwa Pancasila (Patriotik, Cerdas, Profesional, Amanah dan Berdaya Saing) Menuju Kampus Inovasi, Berkarakter dan Bermartabat”. Menurut Suratman, tema yang diangkat lebih terfokus pada pembentukan karakteristik seorang mahasiswa yang inovatif, “saya mengangkat tema itu, (agar PKA ini) mampu membentuk karakteristik mahasiswa yang inovatif”, jelasnya.
Pembukaan kegiatan, dengan disertai oleh pemasangan atribut kepada peserta PKA, oleh Yayasan dan Akademika Bina Taruna Gorontalo
Selama dua hari pelaksanaan Pengenalan Kegiatan Akademik (PKA), diwarnai oleh pemberian materi seputar kegiatan akademik yang akan berlangsung selama proses perkuliahan dijalankan. Sementara itu ada juga beberapa sosialisasi yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi, seperti; Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Gorontalo, Badan Klimatologi Meteorologi dan Geofisika Provinsi Gorontalo dan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo. Serta pemaparan dari beberapa organisasi kemahasiswaan yang berada dilingkungan STIA dan STITEK Bina Taruna Gorontalo.

Dengan beberapa pemberian materi tentang persoalan akademik, sosialisasi dari OPD dan organisasi kemahasiswaan, kepada peserta PKA yang berjumlah 135 orang, diharapkan mampu mencapai esensi dari pelaksanaan orientasi kampus tersebut. “Dengan PKA mahasiswa (diharapkan) dapat mengetahui bagaimana (proses) dunia akademik, dapat mengenal potensi dari Perguruan Tinggi, dan yang terakhir dapat mengekspresikan minat dan bakat yang dimilikinya”, ujar Suratman.

PKA yang dilaksanakan mendapat respon positif dari beberapa mahasiswa yang menjadi peserta, diantaranya Ica dan Susi. “Dengan PKA ini, kita mendapatkan pengetahuan baru, seperti bagaimana cara beradaptasi di dunia kampus. Selain  itu, kegiatan ini membentuk karakter dan moral saya”, ungkap Ica. Kemudian Susi melengkapinya, “PKA ini membentuk mental kami, agar bisa menjadi generasi yang lebih baik”. (MD)

Monday, 13 August 2018

Posted by MATRA MAHASISWA in | August 13, 2018 No comments

Gorut(12/08/18)- Mahasiswa dan Alumnus Kampus II Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Taruna Gorontalo yang terletak di Kabupaten Gorontalo Utara melakukan aksi galang dana untuk korban gempa di Lombok Utara. Penggalangan dana tersebut mereka laksanakan di dekat Pasar Modern Pontolo, tepatnya perempatan jalan Bypass  Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Ada tiga aktor penting yang memprakarsai aksi tersebut, yaitu Yusri dan Zakir yang tercatat sebagai alumnus dan Saprin Pano sebagai mahasiswa aktif dari Kampus II STIA Bina Taruna Gorontalo.

Aksi ini terlaksana karena rasa empati kepada korban Gempa yang ada di Lombok Utara dan sekitarnya. “Sebenarnya kegiatan ini merupakan realisasi dari hasil diskusi kami, yang melahirkan kepedulian bersama,” ujar Saprin. Kemudian Yusri melengkapi, “ yang paling penting adalah rasa kesadaran, tanpa adanya kesadaran kita tidak bisa melakukan apa-apa”.

Penggalangan mulai dilaksanakan pada pukul 09:00 pagi sampai pukul 12:00 siang. Sekitar lima belas menit sebelum aksi galang dana dilakukan, Yusri dan kawan-kawan bertemu dengan mahasiswa Universitas Ichsan (UNISAN) Gorontalo Utara, yang sebenarnya mereka juga akan melakukan aksi yang sama, namun titiknya di dalam pasar modern pontolo. Dengan segera Yusri menginstruksikan kepada Saprin untuk berkomunikasi dengan mereka, agar dapat melaksanakan aksi secara bersama-sama. Akhirnya kesepakatan pun terjalin untuk menyatukan aksi mereka.

“sekitar lima belas menit sebelum kami memulai aksi, saya melihat rekan-rekan dari UNISAN tiba dilokasi,” kata Yusri. Kemudian Ia melanjutkan “dengan segera saya mengarahkan saudara Saprin untuk membangun komunikasi dengan mereka, agar dapat menjalankan penggalangan dana secara bersama-sama, karena kita punya tujuan yang sama. Mereka terlihat sangat antusias untuk bergabung dengan kami, akhirnya penggalangan dana dilakukan secara bersama-sama”.

Jumlah dana yang dikumpulkan dari aksi sosial tersebut tidak diketahui secara pasti, yang jelas Yusri menegaskan kurang lebih dua juta rupiah, “kalau diperkirakan sekitar dua juta rupiah”.

Awalnya dana yang nantinya terkumpul akan dikirimkan ke rekening milik Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Utara. Namun karena, saat itu secara tidak sengaja mereka melakukan aksi bersama dengan mahasiswa UNISAN, maka mereka menyerahkan proses pengiriman dananya kepada mahasiswa dari UNISAN.

“kalau dari planning kami sebenarnya ingin menyalurkan dana tersebut, lewat rekening Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Utara. Namun karena kami memiliki niat yang selaras, akhirnya kami mempercayakan kepada pihak UNISAN untuk mengirimnya,” ujar Saprin. “dari pihak UNISAN juga berkata, akan mengirimkan uang tersebut dengan membawa dua nama. Yaitu UNISAN dan STIA Bina Taruna Gorontalo,” tambahnya.

Adapun harapan yang besar dari pengumpulan dana tersebut, agar segera dapat dikirimkan kepada para korban gempa, yang saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dari kita. Demikian penjelasan Saprin, “kiranya dana tersebut segera direalisasikan untuk saudara kita disana, yang sangat membutuhkan bantuan”. (MD/PM-BTG)

Sunday, 18 March 2018

Posted by MATRA MAHASISWA in | March 18, 2018 No comments
Dokumentasi: Akbar Muzaki

Persma Bintang (18/03/18)-Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi Gorontalo dan Bele Lo Arsitek, saling memanfaatkan dalam hal pelaksanaan pembangunan. Hal ini mulai dilaksanakan sejak kunjungan dilakukan oleh pihak Dinas PRKP, dengan Mohammad Imran selaku Pembina Bele Lo Arsitek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Gorontalo, dimana Bele Lo Arsitek bertempat.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), adalah dinas yang memiliki tugas yang berfokus pada bidang perumahan dan permukiman. Dinas ini dahulunya merupakan bagian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, namun akhirnya dibentuk menjadi sebuah dinas baru, mengacu pada  UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (pembagian urusan Pemerintahan Bidang Perumahan dan Permukiman).

Sementara Bele Lo Arsitek adalah suatu program kerja sama antara Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) Bina Taruna Gorontalo. Salah satu tujuan dari Bele Lo Arsitek ini, adalah sebagai progam yang dikhususkan untuk jasa konsultasi pembangunan rumah sederhana secara gratis, targetnya adalah masyarakat yang berada pada taraf ekonomi menengah kebawah.

Kerja sama yang terjalin secara tidak langsung ini bermula dari inisiatif pihak Dinas PRKP untuk terus memaksimalkan kinerja, dengan memanfaatkan Bele Lo Arsitek sebagai partner, “Kita (PRKP dan Bele Lo Arsitek) saling memanfaatkan, khususnya pada jasa konsultasi pembangunan dalam hal ini pembangunan rumah kayak huni atau lebih kita kenal dengan istilah Mahyani  ” ujar Rusli Nusi, Kadis PRKP Provinsi Gorontalo.

Dinas PRKP dan Bele Lo Arsitek ini memiliki salah satu tugas yang sama, yaitu memberikan pelayanan berupa jasa konsultasi di bidang perumahan, kepada masyarakat. Sehingga menurut Pihak Dinas PRKP sinergitas tujuan antara PRKP dan Bele Lo Arsitek merupakan suatu hal yang sangat baik, “berfikir dua kepala itu lebih baik dari pada berfikir sendirian. Kami mungkin bisa untuk melakukannya, namun jika ada “second opinion” itu lebih baik” tegas Rusli.

Harapan dari pihak Dinas PRKP untuk kedepannya, Dinas PRKP bisa terus berkonsultasi dengan Bele Lo Arsitek dan Dinas PUPR, dalam hal jasa konsultasi rumah sederhana. Sehingga target pembangunan dari PRKP pada 2022 bisa tercapai dengan maksimal. “Dari sisi Program kita berusaha agar sampai pada tahun 2022, kami berharap program ini bisa menjangkau sebanyak mungkin masyarakat miskin yang tidak mampu memiliki rumah. Kami akan terus berkonsultasi dengan Bele Lo Arsitek STITEK Bina Taruna Gorontalo, dalam hal memanfaatkan konsultasi rumah sederhana yang dibina oleh Bele Lo Arsitek dari STITEK Bina Taruna dan Dinas  PUPR (jasa konsultasi rumah sederhana)” ungkap Rusli Nusi, selaku Kepala Dinas PRKP Provinsi Gorontalo. (MD/PMBTG)

Thursday, 8 March 2018

Posted by MATRA MAHASISWA in , | March 08, 2018 No comments
Pelayanan publik yang lebih baik dengan inovasi demi mewujudkan E-Government untuk menuju Open Government

BINTANG-(07/03/18) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bina Taruna Gorontalo menyelenggarakan Seminar Nasional (SEMNAS),  dengan tema "Inovasi Pelayanan Publik Dalam Mewujudkan E-Government". Semnas ini menghadirkan empat orang pemateri diantaranya Wakil Gubernur Gorontalo, Dr. Drs. H. Idris Rahim, MM. Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. H. Juanda Nawawi, M.Si. Dan dua orang Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Suripto, MPA. PhD. dan Dr. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si.
Sumber gambar: dokumentasi Persma Bintang
Kegiatan ini berlangsung di gedung Sumberia Ballroom, dihadiri oleh enam ratus lebih peserta, yang terdiri dari kepala-kepala Perguruan Tinggi Provinsi Gorontalo, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mahasiswa/i STIA dan STITEK Bina Taruna Gorontalo dan Alumni dari STIA Bina Taruna Gorontalo. Kegiatan  ini dibuka dengan resmi oleh Wakil Gubernur Gorontalo, yang sekaligus menjadi salah datu penyaji pada seminar nasional tersebut.

Seminar nasional ini menjadi sudah menjadi salah satu sumbangsih bagi setiap Perguruan Tinggi, khususnya STIA Bina Taruna Gorontalo untuk tetap selaras dengan salah satu perannya dalam mewujudkan pembangunan nasional umumnya, dan pembangunan daerah khususnya pada sektor pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Saat membuka kegiatan ini, Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo berharap agar, dari seminar nasional pelayanan publik ini dapat melahirkan suatu kesimpulan yang bisa diajukan kepada pemerintah dearah, sehingga dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik lagi.

"Saya sangat mengharapkan hasil dari seminar nasional ini dapat menjadi suatu kesimpulan yang bisa diajukan kepada pemerintah, agar pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan bisa lebih baik lagi", ujar Idris Rahim.
Sumber gambar: dokumentasi Persma Bintang
Seminar nasional ini juga dibarengi dengan pameran data dan informasi pelayanan publik Provinsi dan Kabupaten/Kota Gorontalo, yang terselenggara atas kerja sama antara panitia pelaksana dan pers mahasiswa bina taruna gorontalo. Dimana dalam pameran data dan informasi itu memajang beberapa hasil survey dan riset pustaka tentang perkembangan pelayanan publim di Provinsi Gorontalo, diantaranya Survey Kepatuhan yang bersumber dari Ombudsmab Republik Indonesia dan Road Map E-Government yang bersumber dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (KEMKOMINFO) Republik Indonesia.(PMBTG/MD)

Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Wednesday, 22 November 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in , | November 22, 2017 No comments



Pada tanggal 16 November 2017 kemarin merupakan Hari Toleransi Internasional. Dimana pada 22 tahun lalu, tanggal ini di tetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Alasannya agar setiap manusia mampu saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Sehingga nilai persatuan dan kesatuan akan tetap terjaga dan mampu mewujudkan perdamain dunia.

Di indonesia sendiri sampai saat ini intoleransi masih sering terjadi, sehingga keretakan persatuan tak terelakan lagi. Data dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memberikan gambaran yang sangat ngeri. Karena data dari tahun 2014 terdapat 76 kasus intoleransi, kemudian di susul oleh data dari tahun 2015 yang meningkat menjadi 87 kasus. Dan di tutup oleh data terakhir pada tahun 2016 dengan 97 kasus. Peningkatan kasus intoleransi yang terjadi di Indonesi saat ini, menjadi sebuah permasalahan yang sangat serius, karena mampu mengguncang integritas dari cita-cita negeri khatulistiwa ini.
Kebebasan beragama dan berkeyakinan seakan terancam di Indonesia. Karena kasus intoleransi ini yang paling sering terjadi adalah pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB), dimana hal ini merupakan sebuah Hak yang dimiliki oleh seorang manusia, namun masih sering disampingkan oleh beberapa masyarakat saat ini. Padahal hal ini merupakan sebuah awal yang merusak kehidupan bersama, dan dapat memecahkan persatuan.

Kasus intoleransi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan meningkat drastis. Dimulai dari pelarangan aktivitas keagamaan, diskriminasi atas dasar keyakinan Agama, intimidasi dan pemaksaan keyakinan, sampai berujung pengrusakan dan pembakaran rumah ibadah.
Sebut saja tragedi pembakaran rumah ibadah yang terjadi di Tolikara, Papua. Dan juga pembakaran sebuah Gereja di Aceh, Singkil. Dua tragedi ini masuk dalam tragedi terparah pada tahun 2015. Sehingga intoleransi ini seperti virus yang secara perlahan menggerogoti persatuan.


Sumber Gambar : kicaunews.com
 
Kita seakan lupa bahwasannya bangsa yang besar ini, lahir dari segala keberagaman dan terdapat perbedaan. Namun saat perintisan Negeri ini, mereka saling bersatu dan menjadikan sebuah perbedaan sebagai suatu jembatan persatuan. Tanpa perlu mendirikan persatuan yang lain untuk menyaingi suatu persatuan yang lainnya. Padahal kita sadar bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah simbol pemersatu bangsa, yang sampai saat ini masih erat dicengkraman Sang Garuda.

Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetap satu) adalah sebuah simbol yang ingin menyadarkan bahwa kita sebagai bagian dari bagsa ini menyatakan diri lewat simbol ini, perbedaan bukanlah sekatan, namun dapat menghimpun berbagai macam Agama, Suku dan Ras untuk membentuk sebuah persatuan.

Tetapi sampai saat ini seakan simbol ini hanya sebatas pajangan di dinding-dinding, tanpa ada pemaknaan yang kita lakukan terhadap simbol itu. Kita sudah tak mau ingat dan belajar akan perjuangan bangsa ini pada masa lalu, kita seakan lupa bahwasannya bangsa ini merdeka karena berbagai macam perbedaan yang bersatu untuk menghimpun kekuatan, demi sebuah kemerdekaan.

Penulis : Aipong


Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Tuesday, 12 September 2017

Posted by Unknown in | September 12, 2017 No comments





Bone Bolango - Disetiap Perguruan Tinggi, bernaung manusia-manusia pemikir yang dikenal dengan mahasiswa. Dalam menggali ilmu pengetahuan di Perguruan Tinggi, seorang mahasiswa di kenalkan dengan yang namanya Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang salah satu dari tiga Tri Dharma tersebut, ialah pengabdian masyarakat.




Pengabdian masyarakat tersebut secara sederhana dapat diartikan sebagai wujud pengabdian seorang mahasiswa pada suatu masyarakat, baik dalam mengembangkan masyarakat, memberdayakan masyarakat dan masih banyak lagi bentuk pengabdian yang dilakukan seorang mahasiswa.




Untuk mewujudkan pengabdian seorang mahasiswa kepada masyarakat, maka Perguruan Tinggi menyediakan sebuah program yang wajib untuk diikuti oleh setiap mahasiswa. Program itu dikenal dengan sebutan KKP (Kuliah Kerja Praktek) atau KKN (Kuliah Kerja Nyata), dan masih banyak lagi istilah lainnya yang mengacu pada sebuah program pengabdian masyarakat.



Salah satu contoh hasil dari program pengabdian masyarakat, ialah program KKP (Kuliah Kerja Praktek) yang dilakukan secara bersama dari dua Perguruan Tinggi di Provinsi Gorontalo. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Taruna dan Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) Bina Taruna. Di Desa Tunggulo Selatan, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.




Usai kegiatan pelepasan mahasiswa KKP pada tanggal 10 September 2107, dari kedua Perguruan Tinggi tersebut, Usman Antu selaku Kepala Desa Tunggulo Selatan saat diwawancarai, beliau mengatakan “harapan saya untuk kedepan, seandainya saja program ini (KKP) masih ada untuk tahun-tahun kedepan, saya berharap Desa Tunggulo Selatan menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut”.



“karena mereka (mahasiswa KKP) ini tidak kenal lelah, sampai siang malam masih bekerja, dan bahkan waktu itu sempat ada kegiatan didusun sebelah, mereka turut berpartisipasi sampai jam dua malam untuk mempersiapkan kegiatan tersebut” ujar usman.




Karena menurut masyarakat Desa dengan adanya mahasiswa KKP ini, mereka lebih terbantu untuk mengembangkan potensi di Desa tersebut dan juga menggali minat dan bakat dari anak-anak yang nantinya akan menjadi motor penggerak pembangunan desa tersebut.



Dalam pelaksanaan KKP juga mahasiswa merasa terbantu dengan adanya partisispasi dari Pemerintah Desa dan Karang Taruna yang turun tangan dalam menjalankan program-program dari mahasiswa. “selama masa KKP sendiri, tidak pernah ada hambatan, karena Pemerintah Desa selalu membukakan pintu bagi kami, baik siang dan malam untuk bertanya” tegas Yusiran, salah satu mahasiswa peserta KKP. Dalam hal ini seakan memberikan penggambaran bahwa, harapan dari masyarakat Desa sangat besar kepada mahasiswa, yang notabene sebagai salah satu unsur pembangunan yang tidak bisa dipandang sebelah mata peranannya.



 Goresan : Misbahudin Djaba

Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Search