![]() |
Gorut(12/08/18)- Mahasiswa dan Alumnus Kampus II Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Taruna Gorontalo yang terletak di Kabupaten Gorontalo Utara melakukan aksi galang dana untuk korban gempa di Lombok Utara. Penggalangan dana tersebut mereka laksanakan di dekat Pasar Modern Pontolo, tepatnya perempatan jalan Bypass Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Ada tiga aktor penting yang memprakarsai aksi tersebut, yaitu Yusri dan Zakir yang tercatat sebagai alumnus dan Saprin Pano sebagai mahasiswa aktif dari Kampus II STIA Bina Taruna Gorontalo.
Aksi ini terlaksana karena rasa empati kepada korban Gempa yang ada di Lombok Utara dan sekitarnya. “Sebenarnya kegiatan ini merupakan realisasi dari hasil diskusi kami, yang melahirkan kepedulian bersama,” ujar Saprin. Kemudian Yusri melengkapi, “ yang paling penting adalah rasa kesadaran, tanpa adanya kesadaran kita tidak bisa melakukan apa-apa”.
Penggalangan mulai dilaksanakan pada pukul 09:00 pagi sampai pukul 12:00 siang. Sekitar lima belas menit sebelum aksi galang dana dilakukan, Yusri dan kawan-kawan bertemu dengan mahasiswa Universitas Ichsan (UNISAN) Gorontalo Utara, yang sebenarnya mereka juga akan melakukan aksi yang sama, namun titiknya di dalam pasar modern pontolo. Dengan segera Yusri menginstruksikan kepada Saprin untuk berkomunikasi dengan mereka, agar dapat melaksanakan aksi secara bersama-sama. Akhirnya kesepakatan pun terjalin untuk menyatukan aksi mereka.
“sekitar lima belas menit sebelum kami memulai aksi, saya melihat rekan-rekan dari UNISAN tiba dilokasi,” kata Yusri. Kemudian Ia melanjutkan “dengan segera saya mengarahkan saudara Saprin untuk membangun komunikasi dengan mereka, agar dapat menjalankan penggalangan dana secara bersama-sama, karena kita punya tujuan yang sama. Mereka terlihat sangat antusias untuk bergabung dengan kami, akhirnya penggalangan dana dilakukan secara bersama-sama”.
Jumlah dana yang dikumpulkan dari aksi sosial tersebut tidak diketahui secara pasti, yang jelas Yusri menegaskan kurang lebih dua juta rupiah, “kalau diperkirakan sekitar dua juta rupiah”.
Awalnya dana yang nantinya terkumpul akan dikirimkan ke rekening milik Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Utara. Namun karena, saat itu secara tidak sengaja mereka melakukan aksi bersama dengan mahasiswa UNISAN, maka mereka menyerahkan proses pengiriman dananya kepada mahasiswa dari UNISAN.
“kalau dari planning kami sebenarnya ingin menyalurkan dana tersebut, lewat rekening Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Utara. Namun karena kami memiliki niat yang selaras, akhirnya kami mempercayakan kepada pihak UNISAN untuk mengirimnya,” ujar Saprin. “dari pihak UNISAN juga berkata, akan mengirimkan uang tersebut dengan membawa dua nama. Yaitu UNISAN dan STIA Bina Taruna Gorontalo,” tambahnya.
Adapun harapan yang besar dari pengumpulan dana tersebut, agar segera dapat dikirimkan kepada para korban gempa, yang saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dari kita. Demikian penjelasan Saprin, “kiranya dana tersebut segera direalisasikan untuk saudara kita disana, yang sangat membutuhkan bantuan”. (MD/PM-BTG)
Post a Comment