Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, 8 September 2019

Posted by MATRA MAHASISWA in | September 08, 2019 No comments

Pada akhirnya ia terbuang, disisihkan tak berguna, bahkan hatinya sudah tak bertuan lagi. Gelisah, merana dan sekarat. Tak bisa pulang, sebab rumah untuk pulang sudah tiada. Ohh budak zaman dirimu sungguh menyedihkan, bersama nestapa dan derita.

Cita-cita itu betul mulia, tetapi bayarannya sungguh mahal. Ya, sangatlah mahal. Tak cukup proses, dia meminta segalanya. Mulai dari waktu, materi, bahkan terkadang darah dan air mata. Ini adalah akibatnya! Tak mau kau tanggung? Sila untuk berhenti saja.

Tetapi tidak, apinya masih belum padam. Anak itu masih menyimpan harap di dalam qalbu, ia membatin dan berkata: "ini adalah salah satu bayarannya".

Yah sudah, kalau memang kau masih ngotot untuk berjuang. Perlu kau tahu, kalau hidup tidak membutuhkan orang-orang tanpa harapan, karena hidup selalu menyoal tentang harapan.

Hei Nak, jangan lepaskan peganganmu. Tetap eratkan tanganmu pada tali kehidupan. Sembari naik perlahan, sesekali beristirahatlah untuk mengambil nafas dan menyusun strategi. Jangan pakai perasaan! Kau tahu, di kehidupan ini perasaan tak dihargai di sini.

Gubahan:
Penyair yang miskin diksi




Redaksi menerima karya Jurnalistik, Opini, Esai, Puisi serta karya terjemahan atau saduran.

Sunday, 18 March 2018

Posted by MATRA MAHASISWA in | March 18, 2018 No comments

Hujan kali ini berbeda bagiku...
Karena dihadapanku seorang pengemis cilik memeluk adik perempuannya, menggigilkan tangan cekingnya kepadaku.

Hujan kali ini berbeda bagiku...
karena seorang ibu kurus menabrakkan tatapku, pada bayi tirus yg kuyup di susuannya.

Hujan kali ini berbeda bagiku...
Karena seorang pria tua berbaju kumal, merobek hatiku di atas raga renta yang dipaksakannya bergerak mengumpulkan botol2  bekas minuman...

Hujan kali ini membenturkan kami......
Seorang pria klimis yg kekenyangan keluar masuk rumah makan & beberapa pengemis lemah yg tidak tahu apakah hari ini akan melanjutkan laparnya atau tidak....
(Blok M Square, 28 Agustus 2016)

Gubahan: Moh. Iqbal Hasan

Tuesday, 12 December 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in | December 12, 2017 No comments

sumber fhoto : Dok.Pribadi

Wahai senja.
Ketika rindu ini datang.
kutitipkan sehelai salam lewat awan.
bersama angin yang berhembus.


Kuterdiam dalam kesunyian.
Tenggelam dalam kebisuan.
Hanya hembusan angin malam yang berikan ketenangan.
Ketika parasmu jelas tergambar di pelupuk mata.

Senja...
Ingin kurengkuh sosok bayangmu.
Namun bayanganmu hanyalah bayangan.
kurasakan kebekuan menyusup setiap jengkal aliran dara.

Waktu terasa singkat.
Dan begitu cepat kau pergi.
Di saat kau berikan ku keindahan.
Yang tak pernah ku miliki sebelumnya.

Wahai sang angin yang berhembus.
Titip kanlah salam rinduku.
Yang teramat merindukan kedatanganya.
Di dalam relung hati yang sepi ini.

Senja...
Ku tunggu kedatanganmu esok.
Berikan percik sinar indahmu.
Temani aku.
Yang sepi.


Catatan Tangan : Suaib Rustam Ayahu (Mr.JM)




Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Saturday, 2 December 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in | December 02, 2017 No comments
Sumber Gambar Naldy modanggu

Wahai Engkau Tikus Berdasi
Mengapa kau hadir di Negeri yang ku cintai ini
Bangga dan Tertawa dalam Jalan yang teralasi
Jiwa ini Semakin Membara wahai sang tikus Berdasi

Aku akan datang untuk membasmimu wahai tikus berdasi.
Aku takan membiarkan kau hidup di negriku ini.
Berjalan di jalan yang penuh dengan bau basi
Berkuasa di atas Kekusaaan berdiri di atas tirani

Dasar Bejat
Dasar Buta hati nurani
Dasar Bangsat
Dasar tikus berdasi

Aku memang belum Sarjana tapi Aku punya ETIKA.
Percuma punya titel S.Pd, M.Pd, tetapi ETIKA SMP dan SMA
Kampanye sana sini demi koalisi
Tapi ingkar janji

Kampanyenya sadis
Janjinya selangit
Wawasan luas
Pikirannya sempit

Catatan Tangan : Suaib Rustam Ayahu ( Mr. JM )



Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Thursday, 23 November 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in | November 23, 2017 No comments


Hari yang mulai gelap
Asap putih ditutupi asap hitam
Hari seakan ditelan waktu
Siang dan malam tak ada artinya

Empat Pemuda memakai baju jirah
Bertempur sampai titik darah penghabisan
Berjalan di medan yang gelap
Mencari titik menuju kota roma

Tembok tinggi tertanam busur panah
Mereka lewati dengan penuh asa
Pedang  menjadi kunci kesuksesan
Melawan buah pikiran yang buntu

Karya :Reinaldy Modanggu

Sumber Gambar :  https://www.pexels.com/photo/sea-nature-sky-sunset-92714/


Tuesday, 21 November 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in | November 21, 2017 No comments


Jepretan : Reinaldy Modanggu

Aku duduk terdiam di atas panorama
Cahaya jingga memanjakan mata
Air laut yang tenang terparkirkan lading
Menambah indahnya pemandangan

Matahari yang mulai tenggelam di ufuk barat
Langit biru mulai menjadi hitam
Perlahan menutupi  pegunungan dan lautan
menanti datangnya bintang bintang

Tak ingin aku lupakan
Sebuah pancaran yang begitu indah
Bagaikan lukisan tak ternilai
Karya sempurna Ciptaan yang maha esa

Karya : Reinaldy Modanggu


Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Thursday, 16 November 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in | November 16, 2017 No comments

Kala dunia menatapmu sebelah mata
Kami merangkulmu layaknya saudara
Saat yang lain sibuk menjatuhkanmu
Bahu kami tetap rela menopangmu

Pernahkah kau temukan saudara tak sedarah
Sekelompok anak manusia yang larut dalam solidaritas
Mereka bagai embun diatas daun
Yang bermain saat fajar

Tak ada pandangan beda golongan atau agama
Tak peduli dari mana kau berasal
Selama idealisme masih sama
Maka selama itu kita adalah saudara

Penderitaanmu bagai anekdot bersama
Tangismu mengeluarkan air mata yang sama
Susahmu adalah beban kita bersama
Dan masalahmu adalah gelisah bersama

Tak pernah jiwa ini menuntut apapun
Tak terelakan ego ini menjadi sekatan
Tak terhenti emosi ini selalu menjadi jembatan
Semua adalah harta yang bernama persahabatan

Karja : Arief Djaba

Posted by MATRA MAHASISWA in | November 16, 2017 No comments
Darah itu berlinang diatas tanah
Seolah menambah derita bangsa
Rakyat terlihat semakin gelisah
Menanti sebuah kata merdeka

Kala semangatmu seakan tak luluh
Meski tubuh ini dihantam peluru
Juangmu masih setia ditubuh yang lusuh
Meski kematian perlahan menjemputmu

Saat ini kau berada dilipatan sejarah
Rakyatmu seakan lupa arah
Mereka tak lagi mengingat dirimu yang sengsarah
Yang Menebus kemerdekaan dengan darah

Tenang saja pahlawanku
Aku akan tetap mengenangmu
Meski sebagian mereka melupakanmu
Namun aku setia di samping prasastimu

Karja : Arief Djaba

Posted by MATRA MAHASISWA in | November 16, 2017 No comments



Idealisme kalian yang selaras
Seakan jiwa kalian semakin sinergis
Mencoba melihat hak yang tak berparas
Menafsir kebenaran lewat majas diatas kertas

Setiap saat ritme perjuanganmu semakin keras
Kalian selalu mencoba menembus hal yang tak teretas
Akankah sejarah ini hadir diatas kertas?
Akankah harapan mampu merasuki realitas?

Semua imaji seakan tak terbatas
Kalian bagai singa yang terlepas
Mahluk yang siap menerkam penindas
Para mahluk nisbi yang merasa selalu diatas

{KARJA : Arief Djaba}

Posted by MATRA MAHASISWA in | November 16, 2017 No comments

Kita tak harus berbebeda karena Agama
Kau dan Aku sama di mata Sang Pencipta
Kita tak harus beda karena sebuah peradigma
Kau dan Aku sama karena kita sebangsa

Kala perdebatan menimbulkan perpecahan
Saat keberagaman telah dianggap suatu batasan
Lantas di manakah letak persatuan?
Apakah kita mengkhinati kebhinekaan?

Bangsaku punya keberagaman
Indonesiaku punya persatuan
Akankah kita tetap setia pada pancasila?
Ataukah kita tetap terjebak dalam dunia intoleran ?

[Karja : Arief Djaba]

Search