Monday, 27 August 2018

Posted by MATRA MAHASISWA in | August 27, 2018 No comments
Gorontalo- Pengenalan Kegiatan Akademik (PKA) dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) dan Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) Bina Taruna Gorontalo. Kegiatan orientasi kampus ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 25 dan 26 Agustus 2018, yang bertempat pada lapangan utama Bina Taruna Gorontalo.

Pada PKA kali ini panitia pelaksana yang dipimpin oleh Suratman Ursilu, mengangkat tema “Melalui Pengenalan Kegiatan Akademik (PKA) Kita Membentuk Insan yang Berjiwa Pancasila (Patriotik, Cerdas, Profesional, Amanah dan Berdaya Saing) Menuju Kampus Inovasi, Berkarakter dan Bermartabat”. Menurut Suratman, tema yang diangkat lebih terfokus pada pembentukan karakteristik seorang mahasiswa yang inovatif, “saya mengangkat tema itu, (agar PKA ini) mampu membentuk karakteristik mahasiswa yang inovatif”, jelasnya.
Pembukaan kegiatan, dengan disertai oleh pemasangan atribut kepada peserta PKA, oleh Yayasan dan Akademika Bina Taruna Gorontalo
Selama dua hari pelaksanaan Pengenalan Kegiatan Akademik (PKA), diwarnai oleh pemberian materi seputar kegiatan akademik yang akan berlangsung selama proses perkuliahan dijalankan. Sementara itu ada juga beberapa sosialisasi yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi, seperti; Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Gorontalo, Badan Klimatologi Meteorologi dan Geofisika Provinsi Gorontalo dan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo. Serta pemaparan dari beberapa organisasi kemahasiswaan yang berada dilingkungan STIA dan STITEK Bina Taruna Gorontalo.

Dengan beberapa pemberian materi tentang persoalan akademik, sosialisasi dari OPD dan organisasi kemahasiswaan, kepada peserta PKA yang berjumlah 135 orang, diharapkan mampu mencapai esensi dari pelaksanaan orientasi kampus tersebut. “Dengan PKA mahasiswa (diharapkan) dapat mengetahui bagaimana (proses) dunia akademik, dapat mengenal potensi dari Perguruan Tinggi, dan yang terakhir dapat mengekspresikan minat dan bakat yang dimilikinya”, ujar Suratman.

PKA yang dilaksanakan mendapat respon positif dari beberapa mahasiswa yang menjadi peserta, diantaranya Ica dan Susi. “Dengan PKA ini, kita mendapatkan pengetahuan baru, seperti bagaimana cara beradaptasi di dunia kampus. Selain  itu, kegiatan ini membentuk karakter dan moral saya”, ungkap Ica. Kemudian Susi melengkapinya, “PKA ini membentuk mental kami, agar bisa menjadi generasi yang lebih baik”. (MD)

Monday, 13 August 2018

Posted by MATRA MAHASISWA in | August 13, 2018 No comments

Gorut(12/08/18)- Mahasiswa dan Alumnus Kampus II Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Taruna Gorontalo yang terletak di Kabupaten Gorontalo Utara melakukan aksi galang dana untuk korban gempa di Lombok Utara. Penggalangan dana tersebut mereka laksanakan di dekat Pasar Modern Pontolo, tepatnya perempatan jalan Bypass  Desa Pontolo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Ada tiga aktor penting yang memprakarsai aksi tersebut, yaitu Yusri dan Zakir yang tercatat sebagai alumnus dan Saprin Pano sebagai mahasiswa aktif dari Kampus II STIA Bina Taruna Gorontalo.

Aksi ini terlaksana karena rasa empati kepada korban Gempa yang ada di Lombok Utara dan sekitarnya. “Sebenarnya kegiatan ini merupakan realisasi dari hasil diskusi kami, yang melahirkan kepedulian bersama,” ujar Saprin. Kemudian Yusri melengkapi, “ yang paling penting adalah rasa kesadaran, tanpa adanya kesadaran kita tidak bisa melakukan apa-apa”.

Penggalangan mulai dilaksanakan pada pukul 09:00 pagi sampai pukul 12:00 siang. Sekitar lima belas menit sebelum aksi galang dana dilakukan, Yusri dan kawan-kawan bertemu dengan mahasiswa Universitas Ichsan (UNISAN) Gorontalo Utara, yang sebenarnya mereka juga akan melakukan aksi yang sama, namun titiknya di dalam pasar modern pontolo. Dengan segera Yusri menginstruksikan kepada Saprin untuk berkomunikasi dengan mereka, agar dapat melaksanakan aksi secara bersama-sama. Akhirnya kesepakatan pun terjalin untuk menyatukan aksi mereka.

“sekitar lima belas menit sebelum kami memulai aksi, saya melihat rekan-rekan dari UNISAN tiba dilokasi,” kata Yusri. Kemudian Ia melanjutkan “dengan segera saya mengarahkan saudara Saprin untuk membangun komunikasi dengan mereka, agar dapat menjalankan penggalangan dana secara bersama-sama, karena kita punya tujuan yang sama. Mereka terlihat sangat antusias untuk bergabung dengan kami, akhirnya penggalangan dana dilakukan secara bersama-sama”.

Jumlah dana yang dikumpulkan dari aksi sosial tersebut tidak diketahui secara pasti, yang jelas Yusri menegaskan kurang lebih dua juta rupiah, “kalau diperkirakan sekitar dua juta rupiah”.

Awalnya dana yang nantinya terkumpul akan dikirimkan ke rekening milik Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Utara. Namun karena, saat itu secara tidak sengaja mereka melakukan aksi bersama dengan mahasiswa UNISAN, maka mereka menyerahkan proses pengiriman dananya kepada mahasiswa dari UNISAN.

“kalau dari planning kami sebenarnya ingin menyalurkan dana tersebut, lewat rekening Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Utara. Namun karena kami memiliki niat yang selaras, akhirnya kami mempercayakan kepada pihak UNISAN untuk mengirimnya,” ujar Saprin. “dari pihak UNISAN juga berkata, akan mengirimkan uang tersebut dengan membawa dua nama. Yaitu UNISAN dan STIA Bina Taruna Gorontalo,” tambahnya.

Adapun harapan yang besar dari pengumpulan dana tersebut, agar segera dapat dikirimkan kepada para korban gempa, yang saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dari kita. Demikian penjelasan Saprin, “kiranya dana tersebut segera direalisasikan untuk saudara kita disana, yang sangat membutuhkan bantuan”. (MD/PM-BTG)

Search