Thursday, 19 September 2019

Posted by MATRA MAHASISWA in | September 19, 2019 No comments


       
Sumber Foto : Mutia Djaba
       Gorontalo,19/09/2019. Pembukaan kegiatan Latihan Dasar Kemahasiswaan (LDK), dilaksanakan di Gedung Aula lantai I Bina Taruna Gorontalo. Dalam acaranya, dihadiri oleh Sekretaris Yayasan Bina Taruna Gorontalo, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Taruna Gorontalo, Ketua Program Studi Administrasi Publik, Presiden BEM STIA Bina Taruna Gorontalo, seluruh panitia dan peserta LDK.

       Dalam penyampaiannya, ketua panitia Dandi Tuandingo, menginformasikan dalam laporan kepanitiaan bahwa, "Jumlah peserta LDK sebanyak 24 orang, dan akan dilaksanakan selama 5 hari, di Desa Miranti, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango". Selain itu, Ketua STIA Bina Taruna Gorontalo Lisda Van Gobel mengingatkan kepada seluruh panitia dan peserta, "Agar kiranya panitia tidak melakukan kekerasan atau adu fisik kepada para peserta. Dan apabila peserta mendapati ada bentuk kekerasan seperti yang dikatakan, diharapkan untuk segera melaporkan kepada pihak kampus".
Tidak hanya itu, Lisda Van Gobel juga menambahkan agar harapan yang dituangkan dalam tema kegiatan ini bisa terwujud. Yaitu "Melaui Latihan Dasar Kemahasiswaan (LDK), Ciptakan Generasi Yang Cerdas, Beretika dan Loyal Terhadap Organisasi Kampus".(M.D/PM-BTG)

Redaksi menerima karya Jurnalistik, Opini, Esai, Puisi serta karya terjemahan atau saduran.

Monday, 16 September 2019

Posted by MATRA MAHASISWA in | September 16, 2019 No comments

Sumber Foto : Suci Pujiyati Odje

            Gorontalo-16/09/19Tiga tahun lamanya, Pers Mahasiswa Bina Taruna Gorontalo terkatung-katung dalam mencari rumah. Nomaden, adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan aktivitas para anggota dalam menjalankan roda organisasi. Sebab, mereka tak punya kepastian tempat untuk dijadikan pusat kegiatan, atau paling tidak tempat untuk membahas masalah rumah tangga organisasi. Permasalahan sekretariat menjadi tantangan terberat untuk organisasi Persma Bintang. Pasalnya, bagi sebuah organisasi, ruang sekretariat adalah hal yang cukup vital, karena ruang sekretariat  sendiri merupakan rumah yang sangat dibutuhkan untuk dijadikan sebagai penunjang kinerja organisasi. Ruang sekret adalah fasilitas yang seharusnya wajib dimiliki, mengingat dalam menjalankan kegiatan administrasi organisasi, haruslah memiliki tempat sebagai pusat administrasinya. Selain itu, sekret dibutuhkan untuk menjadi wadah diskusi dan evaluasi. Bisa dibayangkan, jika sebuah organisasi tak memiliki rumah dan pusat administrasi. Maka efektivitas dan efisiensi kinerja dari organisasi tersebut perlahan-lahan bisa terganggu. Hal ini lantas membuat organisasi Persma Bintang merasa kewalahan, setiap kali akan merealisasikan program kerjanya, sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya. Mengingat dalam membuat sebuah kegiatan, pastilah membutuhkan proses administrasinya, yakni kegiatan surat-menyurat, atau paling tidak untuk mengadakan proses perencanaan atau diskusi terlebih dahulu. Organisasi Persma Bintang membutuhkan ruang sekretariat untuk menyimpan dokumen-dokumen penting, beserta beberapa fasilitas seperti buku, kamera, dan beberapa fasilitas yang berhasil mereka sediakan sendiri. Dan setelah mencoba mengajukan permohonan sekret pada pihak yayasan, namun hingga saat ini belum ada juga kejelasan dan kepastian mengenai ruang kesekretariatan bagi Persma Bintang.  
Persma Bintang sebagai organisasi intra kampus Bina Taruna Gorontalo, sudah berhasil melahirkan 27 kader, dan telah berhasil melaksanakan beberapa kegiatan baik intra maupun ekstra kampus. Maka secara langsung, organisasi ini telah menunjukkan kontribusinya untuk kampus, dalam mengembangkan potensi dan melatih sifat kepemimpinan dari setiap mahasiswa yang tergabung sebagai anggota. Maka seharusnya, pihak yayasan tidak perlu ragu lagi dalam memberikan fasilitas demi memajukan salah satu organisasi intra ini. Padahal, fasilitas ini termasuk yang diamanatkan  dalam UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan tinggi, pada pasal 77 ayat 4, paragraf 3 tentang organisasi kemahasiswaan, yang berbunyi “Perguruan Tinggi menyediakan sarana dan prasarana serta dana untuk mendukung organisasi kemahasiswaan”. Maka ruang sekretariat yang dianggap sebagai penunjang keefektifan organisasi adalah merupakan hak yang harus terpenuhi.
Meski memiliki kendala tidak terpenuhinya salah satu fasilitas atau haknya, organisasi Persma Bintang tidak patah arang dalam berkarya. Organisasi intra ini tetap melakasanakan program-program kerja yang telah dirancang sebelumnya, dan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti diskusi, membahas program kerja yang akan direalisasikan, membuat liputan, melakukan proses administrasi, bahkan melakukan musyawarah luar biasa tanpa ruang sekretariat, dengan cara berpindah-pindah tempat atau nomaden.(PM-BTG)


Redaksi menerima karya Jurnalistik, Opini, Esai, Puisi serta karya terjemahan atau saduran.

Sunday, 8 September 2019

Posted by MATRA MAHASISWA in | September 08, 2019 No comments

Pada akhirnya ia terbuang, disisihkan tak berguna, bahkan hatinya sudah tak bertuan lagi. Gelisah, merana dan sekarat. Tak bisa pulang, sebab rumah untuk pulang sudah tiada. Ohh budak zaman dirimu sungguh menyedihkan, bersama nestapa dan derita.

Cita-cita itu betul mulia, tetapi bayarannya sungguh mahal. Ya, sangatlah mahal. Tak cukup proses, dia meminta segalanya. Mulai dari waktu, materi, bahkan terkadang darah dan air mata. Ini adalah akibatnya! Tak mau kau tanggung? Sila untuk berhenti saja.

Tetapi tidak, apinya masih belum padam. Anak itu masih menyimpan harap di dalam qalbu, ia membatin dan berkata: "ini adalah salah satu bayarannya".

Yah sudah, kalau memang kau masih ngotot untuk berjuang. Perlu kau tahu, kalau hidup tidak membutuhkan orang-orang tanpa harapan, karena hidup selalu menyoal tentang harapan.

Hei Nak, jangan lepaskan peganganmu. Tetap eratkan tanganmu pada tali kehidupan. Sembari naik perlahan, sesekali beristirahatlah untuk mengambil nafas dan menyusun strategi. Jangan pakai perasaan! Kau tahu, di kehidupan ini perasaan tak dihargai di sini.

Gubahan:
Penyair yang miskin diksi




Redaksi menerima karya Jurnalistik, Opini, Esai, Puisi serta karya terjemahan atau saduran.

Search