Tuesday, 12 December 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in | December 12, 2017 No comments

sumber fhoto : Dok.Pribadi

Wahai senja.
Ketika rindu ini datang.
kutitipkan sehelai salam lewat awan.
bersama angin yang berhembus.


Kuterdiam dalam kesunyian.
Tenggelam dalam kebisuan.
Hanya hembusan angin malam yang berikan ketenangan.
Ketika parasmu jelas tergambar di pelupuk mata.

Senja...
Ingin kurengkuh sosok bayangmu.
Namun bayanganmu hanyalah bayangan.
kurasakan kebekuan menyusup setiap jengkal aliran dara.

Waktu terasa singkat.
Dan begitu cepat kau pergi.
Di saat kau berikan ku keindahan.
Yang tak pernah ku miliki sebelumnya.

Wahai sang angin yang berhembus.
Titip kanlah salam rinduku.
Yang teramat merindukan kedatanganya.
Di dalam relung hati yang sepi ini.

Senja...
Ku tunggu kedatanganmu esok.
Berikan percik sinar indahmu.
Temani aku.
Yang sepi.


Catatan Tangan : Suaib Rustam Ayahu (Mr.JM)




Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Saturday, 2 December 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in | December 02, 2017 No comments
Sumber Gambar Naldy modanggu

Wahai Engkau Tikus Berdasi
Mengapa kau hadir di Negeri yang ku cintai ini
Bangga dan Tertawa dalam Jalan yang teralasi
Jiwa ini Semakin Membara wahai sang tikus Berdasi

Aku akan datang untuk membasmimu wahai tikus berdasi.
Aku takan membiarkan kau hidup di negriku ini.
Berjalan di jalan yang penuh dengan bau basi
Berkuasa di atas Kekusaaan berdiri di atas tirani

Dasar Bejat
Dasar Buta hati nurani
Dasar Bangsat
Dasar tikus berdasi

Aku memang belum Sarjana tapi Aku punya ETIKA.
Percuma punya titel S.Pd, M.Pd, tetapi ETIKA SMP dan SMA
Kampanye sana sini demi koalisi
Tapi ingkar janji

Kampanyenya sadis
Janjinya selangit
Wawasan luas
Pikirannya sempit

Catatan Tangan : Suaib Rustam Ayahu ( Mr. JM )



Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Sunday, 26 November 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in , , | November 26, 2017 No comments
Sumber : Dok. Pribadi

Bagi diriku yang sudah lebih berusia 22 tahun, ada saja yang ku rasakan di dalam hati yang resah dan bimbang. Mulai dari cinta yang nggak menentu, sampai masa depan yang sampai saat ini belum ada bayang-bayangnya. Mencapai pengharapan masa depan, rasanya diri ini belum memiliki segala kemampuan tuk perubahan.
Ketika hidupmu resah akan pilihan penuh akan cinta bergegaslah tuk menggapai jati dirimu yang sebenarnya
Tapi aku tak perlu merasa dipersulit, apalagi bimbang. Dengn menghadapi masa depan, aku terfikir dari diamku untuk segera merantau ke kota yang penuh segala pengharapan.

jadikan kesulitanmu menjadi temanmu dalam menggapai suksesmu

Merantau membawaku berada dilingkungan yang penuh pelajaran hidup baru, suasana yang baru sebelumnya membuat pilihanku terbuka lebar, dan begitu banyak cara pandangku untuk memperkaya wawasan dalam menjalani hidup meraih impian. Sering sekali aku bertanya dalam diri ini adakah hari yang cerah untuk dapat kulalui.

Kejarlah hari esokmu di seberang lautan menuju samudra bahagia

Agar bisa menjalani hari-hariku, aku harus bisa belajar beradaptasi dan bersikap tuk rendah hati, berubah dari apa yang telah ku perbuat, menjadikanku lebih kuat menyongsong hidup yang lebih baik.
Di setiap perjalanan hidup pasti ada pelajaran yang di jadikan penguat bagi prinsip hidupmu

Banyak hal yang ku alami di tanah rantau, rindu akan keluarga, sepih akan tawa dan kasih yang mereka berikan padaku. Sepertinya diri ini seakan bersalah dan berdosa telah meninggalkn segala rasa kesedihan yang dirasakan oleh seorang ibu. Pada awalnya yang kini telah jauh genggamannya dan pandangannya pada anaknya.

Di tanah rantau ku di tuntut untuk kreatif agr kebutuhanku bisa terpenuhi. Belajar untuk hidup hemat, belajar jujur, bisa menghargai orang laindan mampu membuat orang lain tertawa akan canda dari ku.

Dengan semua itu penglaman hidupku yang kian bertambah, aku jadi tak resah serta bimbang lagi dalam menghadapi masa depan kelak. Kemandirianku kini membuatku jauh dari orang tua, membuatku mau tak mau harus mmpu bertahan dalam hari-hari hidupku. Ketika masih dikampung halaman, aku belum mengerti apa itu berjuang akan masa depan, namun semenjak aku tinggalkan kampung halaman ku, semua akan terlihat dengan sendirinya, bagaimana perjuangan yang sebenarnya.

Jangan heran ketika kalian melihat temanmu kuliah sembari bekerja, demi bisa bertahan dalam pengharapan yang menjadi tujuan hidupnya. Degan merantau, kita juga bisa mencari kebenaran jati diri kita, yang sebenarnya.(PMB/Nawir)
“Kemandirian mengajarkanmu pada perjuangan mulia orang tuaku”







































Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Saturday, 25 November 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in , | November 25, 2017 No comments
Sumber gambar : https://twitter.com/irvan_rinal_d
SALAM PERS MAHASISWA...
 
Teman dan sahabat, apa sih arti seorang teman dan sahabat itu? siapa sih mereka? nah ini yang akan saya bahas melalui artikel singkat ini. Kita sering keliru menilai antara teman dan sahabat. Jika kita cerdas, kita bisa membedakan mana teman dan mana sahabat. Tidak semua teman adalah sahabat dan sahabat adalah teman. 

" TEMAN "

 Teman? mungkin bagi kalian teman itu adalah sahabat, akan tetapi kalian harus hati-hati dengan teman. Karena seorang teman belum tentu bisa menjaga rahasia kalian. Maka dari itu, Jangan pernah menceritakan rahasia kepada teman kalian, mungkin saja ia akan menceritakan rahasia tersebut kepada orang lain. Terkadang jika kita membutuhkan mereka selalu saja ada alasan yang akan keluar dari mulut mereka, jika ada yang tidak mereka suka dari diri kita maka ia akan menyimpan dendam atau iri hati bahkan sampai menceritakan aib kita seperti yang saya sebutkan di atas tadi. Lucunya ketika kita meninggal yang paling bagus dramanya di sosmed atau di depan public yaitu teman kita. 
Di jaman sekarang ini sosok seorang teman tidak dapat lagi dipercaya. seorang teman dapat kita temukan di lingkungan sekitar kita, ciri-ciri teman dapat kita liat dari tingkah lakunya. Biasanya Ia akan bersama kita disaat kita senang, lalu disaat kita susah mereka dengan sendiri akan menjauhi kita.

 " SAHABAT "

 Berbeda lagi dengan sosok seorang sahabat, sahabat itu, suda pasti teman kalian karena tidaklah gampang menjadi seorang sahabat, disaat kalian membutuhkan sesuatu maka dia tidak akan segan menawarkan bantuannya kepada kalian. Sahabat itu, akan selalu menjaga rahasia kalian, yakin dan pecaya dia tidak akan pernah menghianati persahabatan yang ia jalani bersama kalian. Dia akan selalu ada disaat kalian sedang merasakan suka dan duka. 
Yang harus kalian ketahui bahwa, sahabat tidak pernah memandang jenis kelamin, suku, agama atau apapun itu.
Nah??  Buat kalian jagalah persahabatan kalian. Bantulah sahabat kalian seperti dia membantu kalian. Dan contohilah para sahabat nabi besar kita, Nabi Mohammad SAW. Tak pernah mengeluhkan apa yg terjadi walaupun harus mengorbankan nyawanya hanya untuk membela islam dan menemani nabi kita melaksanakan tugas-tugasnya. Tetapi jangan benci dan dendam kepada teman dan sahabat kalian. Inggat..!! Tetaplah berteman dengan seorang teman, dan Tetaplah Bersahabat dengan seorang sahabat. Saran saya perbanyaklah berorganisasi, karna dengan berorganisasi kalian akan bertemu dengan yang namanya teman dan sahabat. Jalin silaturahmi kalian dengan sosok seorang teman dan sahabat, karna Allah sangat membeci orang-orang yang memutuskan tali silaturahmi.  

Catatan Tanggan : Suaib Rustam Ayahu (MR. JM)






Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!
Posted by MATRA MAHASISWA in , , | November 25, 2017 No comments
Pagi itu terlihat beberapa mahasiswa berlarian mencari ruang kuliah yang dimasuki Sang Dosen. Tepat jam 08:00 pagi, dijadwal ada sebuah mata kuliah yang harus mereka tuntaskan hari itu. 

Mau apalagi, sudah menjadi kewajiban seorang mahasiswa untuk terus 
Sumber Foto : Aipong
bergelut dengan buku dan aktif dalam perkuliahan. Dipagi yang cerah itu saya melihat teman-teman dengan wajah yang sedikit murung. 

Berdiri di depan selasar kelas, saya berfikir bahwa mereka tidak diizinkan masuk, karena terlambat. Hal itu benar saja, saat saya bergabung dengan mereka, ternyata mereka masing-masing menceritakan persoalannya. Yang lebih menarik adalah cerita dari rekan saya, pada saat itu dia mengaku belum terlalu terlambat, bahkan dirinya mengklaim hanya terlambat sepersekian menit saja setelah dosen itu masuk. 

Namun dosen itu tetap tak mengijinkannya masuk. Tanpa ada toleransi sedikitpun, teman saya tidak diijinkan mengikuti perkuliahan hari itu. Jika dilihat dari hak dan kewajiban, seorang mahasiswa harus menuntaskan kewajibannya dengan membayar SPP sampai Biaya SKS dan seharusnya mendapatkan haknya untuk mendapatkan perkuliahan. 

Sang Dosen yang menjadi pengajar, berhak mendapatkan gaji dari hasil pembayaran mahasiswa tersebut, dan juga berkewajiban untuk mengajar pada mahasiswa tersebut. Namun hal itu seakan tak terjadi saat ini, dosen seakan tak lagi punya toleransi, padahal kalau dilihat saya dan teman-teman hanya terlambat tidak kurang dari 10 menit saat dosen itu masuk dalam ruangan. 

Bahkan kebanyakan temanku terlambat karena mencari ruangan kuliah. Hal itu seakan membuatku semakin frustasi, karena bayang-bayang nilai yang nantinya error. Dosen ini, menurutku selalu saja mencari-cari kesalahan mahasiswa, agar tak lulus mata kuliahnya. Saat ini sudah banyak Dosen amplop, dan menurutku dosen ini salah satunya. Dengan intrik nilai yang tak tuntas, uang pun menjadi jalan pintas. Mungkin ini menjadi kalimat pembuktian, betapa kejam kaum-kaum akademisisaat ini.

Mereka yang seharusnya dengan ikhlas membagikan ilmunya, kepada mahasiswa yang haus akan ilmu. Namun karena dirasuki kerakusan dunia, mereka tak mau ber-jariah. Saat ini peguruan tinggi menjadi dapur pembangunan bagi bangsa ini, dan tenaga utamanya adalah mahasiswa dan dosen, yang seharusnya berjasa bagi perkembangan bangsa. 

Masing-masing seharusnya saling memahami, demi mencapai hak masing-masing. Meskipun seorang dosen, janganlah menggodok mahasiswa seperti itu. Karena kami adalah manusia yang butuh bimbingan, arahan dan ilmu. Itulah alasannya kami berada di dalam dunia ilmiah.(PMB/Aipong)




















Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Thursday, 23 November 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in | November 23, 2017 No comments


Hari yang mulai gelap
Asap putih ditutupi asap hitam
Hari seakan ditelan waktu
Siang dan malam tak ada artinya

Empat Pemuda memakai baju jirah
Bertempur sampai titik darah penghabisan
Berjalan di medan yang gelap
Mencari titik menuju kota roma

Tembok tinggi tertanam busur panah
Mereka lewati dengan penuh asa
Pedang  menjadi kunci kesuksesan
Melawan buah pikiran yang buntu

Karya :Reinaldy Modanggu

Sumber Gambar :  https://www.pexels.com/photo/sea-nature-sky-sunset-92714/


Wednesday, 22 November 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in , | November 22, 2017 No comments



Pada tanggal 16 November 2017 kemarin merupakan Hari Toleransi Internasional. Dimana pada 22 tahun lalu, tanggal ini di tetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Alasannya agar setiap manusia mampu saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Sehingga nilai persatuan dan kesatuan akan tetap terjaga dan mampu mewujudkan perdamain dunia.

Di indonesia sendiri sampai saat ini intoleransi masih sering terjadi, sehingga keretakan persatuan tak terelakan lagi. Data dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memberikan gambaran yang sangat ngeri. Karena data dari tahun 2014 terdapat 76 kasus intoleransi, kemudian di susul oleh data dari tahun 2015 yang meningkat menjadi 87 kasus. Dan di tutup oleh data terakhir pada tahun 2016 dengan 97 kasus. Peningkatan kasus intoleransi yang terjadi di Indonesi saat ini, menjadi sebuah permasalahan yang sangat serius, karena mampu mengguncang integritas dari cita-cita negeri khatulistiwa ini.
Kebebasan beragama dan berkeyakinan seakan terancam di Indonesia. Karena kasus intoleransi ini yang paling sering terjadi adalah pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB), dimana hal ini merupakan sebuah Hak yang dimiliki oleh seorang manusia, namun masih sering disampingkan oleh beberapa masyarakat saat ini. Padahal hal ini merupakan sebuah awal yang merusak kehidupan bersama, dan dapat memecahkan persatuan.

Kasus intoleransi Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan meningkat drastis. Dimulai dari pelarangan aktivitas keagamaan, diskriminasi atas dasar keyakinan Agama, intimidasi dan pemaksaan keyakinan, sampai berujung pengrusakan dan pembakaran rumah ibadah.
Sebut saja tragedi pembakaran rumah ibadah yang terjadi di Tolikara, Papua. Dan juga pembakaran sebuah Gereja di Aceh, Singkil. Dua tragedi ini masuk dalam tragedi terparah pada tahun 2015. Sehingga intoleransi ini seperti virus yang secara perlahan menggerogoti persatuan.


Sumber Gambar : kicaunews.com
 
Kita seakan lupa bahwasannya bangsa yang besar ini, lahir dari segala keberagaman dan terdapat perbedaan. Namun saat perintisan Negeri ini, mereka saling bersatu dan menjadikan sebuah perbedaan sebagai suatu jembatan persatuan. Tanpa perlu mendirikan persatuan yang lain untuk menyaingi suatu persatuan yang lainnya. Padahal kita sadar bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah simbol pemersatu bangsa, yang sampai saat ini masih erat dicengkraman Sang Garuda.

Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetap satu) adalah sebuah simbol yang ingin menyadarkan bahwa kita sebagai bagian dari bagsa ini menyatakan diri lewat simbol ini, perbedaan bukanlah sekatan, namun dapat menghimpun berbagai macam Agama, Suku dan Ras untuk membentuk sebuah persatuan.

Tetapi sampai saat ini seakan simbol ini hanya sebatas pajangan di dinding-dinding, tanpa ada pemaknaan yang kita lakukan terhadap simbol itu. Kita sudah tak mau ingat dan belajar akan perjuangan bangsa ini pada masa lalu, kita seakan lupa bahwasannya bangsa ini merdeka karena berbagai macam perbedaan yang bersatu untuk menghimpun kekuatan, demi sebuah kemerdekaan.

Penulis : Aipong


Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Tuesday, 21 November 2017

Posted by MATRA MAHASISWA in | November 21, 2017 No comments
Gorontalo, Bintang-Beberapa minggu lalu mahasiswa (reguler) di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) dan Sekolah Tinggi Teknik (STITEK) digemparkan dengan ditutupnya Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Hal ini tidak lain dengan kebijakan yang diputuskan oleh Dewan Pembina Yayasan Bina Taruna Gorontalo, Hasmin Modanggu. Karena saat Dewan Pembina ini melakukan sidak secara mendadak di masing-masing Sekretariat Mahasiswa ditemukan begitu banyaknya "puntung rokok" yang berserakan dimana-mana. Selain itu, hal yang semakin memicu emosinya adalah, sekretariat mahasiswa saat itu sangat berantakan dan berbagai fasilitas sekretariat berserakan dimana-mana.

Penutupan PKM ini mengundang tanya di hampir seluruh kalangan mahasiswa, terutama para Eksekutif Mahasiswa. Dengan gerak cepat yang begitu sigap demi di bukanya sekretariat. Mahasiswa STIA dan STITEK yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa STIA dan STITEK Bina Taruna Gorontalo. Melaksanakan sebuah mediasi secara bertahap, sampai berujung pada dilaksanakannya "Rapat Koordinasi" atau seperti sebuah forum sharing antara mahasiswa, pihak akademik dan Staff STIA dan STITEK, serta pihak Yayasan Bina Taruna (17/11/2017).

Forum yang sedari awal memang diwarnai klarifikasi dari masing-masing pihak, dan juga terlihat tergesa-gesa, karena mengingat forum  ini dilaksanakan pada hari Jumat. Sehingganya  efisiensi pemanfaat waktu sangat di perhitungkan, serta efektifitas dari forum yang dilaksanakan. Meski beberapa pihak yang merasa kurang puas dengan waktu yang begitu terbatas dari forum itu, namun akhirnya forum itu dirasa sudah mampu mengentaskan permasalahan penutupan sekretariat yang menjadi dilema bagi kalangan mahasiswa.

Dari forum tersebut ada beberapa kesepakatan inti yang di lahirkan :
1. Sekretariat akan dibuka setelah penandatanganan Fakta Integritas oleh mahasiswa, yang berupa pernyataan dan kesepakatan untuk beberapa poin yang termaktub dalam nota kesepahaman tersebut.
2. Pengembangan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) akan terus di perhatikan dan disupport oleh pihak Yayasan.

Dari permasalahan diatas dapat dilihat poin intinya, yaitu karena permasalahan rokok. Padahal sudah hampir setahun Yayasan Bina Taruna Gorontalo lewat STIA dan STITEK menyuarakan anti rokok. Keputusan yang diambil bukanlah tak berdasar, yang pertama berasal dari :

1. Undang-Undang Dasar 1945 Amandemen ke-4, kita menemukan pasal 28 H (1) yang berbunyi:
“Setiap orang berhak untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”
2. Perguruan Tinggi adalah tempat dimana dilaksanakannya proses belajar, hal ini selaras dengan Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pasal 115 dari UU tersebut menyatakan dengan sangat jelas bahwa “tempat proses belajar mengajar” adalah kawasan tanpa rokok. (untuk kajian pasalnya lebih lengkap kunjungi : http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4e4ae62edd3ac/perokok-uji-uu-kesehatan-)

Seharusnya kebijakan yang di keluarkan kampus ini bisa didukung oleh mahasiswa dan segenap unsur civitas akademika yang ada di kampus itu. Namun sayangnya sampai saat ini masih banyak kesenjangan yang seakan menentang kebijakan ini. Masih banyak fakta lapangan yang seakan memperlebar antara harapan dan realita yang ada.

Gambar di samping merupakan suatu fakta yang tak mampu dibantah, ini hanya salah satu bagian dari beberapa foto yang diambil oleh saya. Sebagai seorang mahasiswa yang semestinya mampu menjadi teladan yang lebih baik bagi masyarakat, namun sampai saat ini kita sekan lupa akan peranan kita yang sebenarnya.

Kebijakan larangan untuk merokok di dalam kampus merupakan sebuah langkah konkrit yang di perlahan dijalankan oleh Kampus. Untuk mensukseskan kampanye anti rokok di dunia atau tempat yang dilaksanakan proses belajar. karena sudah seharusnya tempat belajar bebeas dari asap rokok. Dan beberapa solusi yang mampu dijalnakan oleh pihak Yayasan ialah menyediakan suatu temapat merokok (smoking area) bagi para perokok. Sehingganya penentangan kebijakan larangan merokok dikampus dapat segera diminimalisir bahkan mampu untuk di hilangkan. Sehingga mampu melahirkan dunia akademik yang nyaman saat menjalankan proses belajar, khususnya menjadi ruang sehat untuk para pemikir bangsa, yang sampai saat ini masih setia negera menunggu baktinya.















Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!
Posted by MATRA MAHASISWA in | November 21, 2017 No comments


Jepretan : Reinaldy Modanggu

Aku duduk terdiam di atas panorama
Cahaya jingga memanjakan mata
Air laut yang tenang terparkirkan lading
Menambah indahnya pemandangan

Matahari yang mulai tenggelam di ufuk barat
Langit biru mulai menjadi hitam
Perlahan menutupi  pegunungan dan lautan
menanti datangnya bintang bintang

Tak ingin aku lupakan
Sebuah pancaran yang begitu indah
Bagaikan lukisan tak ternilai
Karya sempurna Ciptaan yang maha esa

Karya : Reinaldy Modanggu


Untuk yang mau Like atau Comment, Silahkan sertakan di bawah sini !!!

Search